Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

22

Tujuh tahun lalu, aku seringkali bertanya-tanya bagaimana rasanya menjadi dewasa. Ingin rasanya cepat besar, menjadi anak kuliahan, bekerja, dan mempunyai penghasilan sendiri, lalu bebas lepas melakukan apapun yang aku suka.  Tujuh tahun kemudian, ternyata bebas lepas tak semudah yang dikira. Sayap-sayap yang ku kira sudah kokoh, nyatanya belum cukup kuat menerjang angin kencang yang bisa datang kapan saja. Tujuh tahun lalu, tangisku masih sekadar tugas datang silih berganti tak henti, berteman-bermusuhan-baikan-bubar, atau belum cukup baik untuk menjadi juara lomba. Tujuh tahun kemudian, tangisku kadang kali tak ku mengerti, segala pikiran ruwet dan ketakutan akan apa yang terjadi di depan menghantui tiap malam. Tujuh tahun lalu, setiap tahun berulang, aku menyambut dengan suka cita. Artinya, waktu ku untuk menjadi besar akan semakin dekat. Tujuh tahun kemudian, setiap tahun berulang, aku masih meyambut dengan suka cita. Dengan lebih banyak doa,dengan lebih banyak harapan dan peng...

Maaf

Kemarin aku kesal, pada setiap tatap dan bisik-bisik yang mampir di telingaku. Kemarin aku kesal, pada setiap ucapan-ucapan jahil akan sesuatu yang mereka sendiri tidak pahami. Lalu aku sadar, aku pun pernah lakukan yang sama. Bahwa ternyata cerminan itu benar adanya. Bahwa barangkali aku terlalu sibuk merasa tersakiti tanpa tahu pernah juga menyakiti. Bahwa terkadang bercandaku dapat melukai. Untuk setiap tutur dan sikap yang telah lalu, Untuk setiap hati yang pernah dilukai, Olehku, Sengaja ataupun tidak, Dengan penuh kerendahan hati, aku meminta maaf.