Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Putih Abu-Abu

Pernah berandai-andai tentang masa putih abu-abu? Atau sedang menjalaninya? Atau malah sudah berlalu lama? Kata orang "Putih Abu-Abu Never Forgotten" Yay or Nay? I think yay. Disana, dimana kita mulai merasa bahwa kita cukup dewasa. Tempat mencari jati diri yang sesungguhnya. Nakal hal yang wajar tapi tanpa prestasi hanya nol besar. Mulai mengenal cinta dan segala tetek bengeknya. Mulai saling berteman, mencaci, bergerombol, membenci, dan banyak lagi. Ada si A yang sungguh-sungguh bersekolah. Datang awal pulang akhir. Tas besar berisi buku-buku pelajaran. Perpustakaan senyaman kamar tidur. Tidak ada kata bolos dalam kamusnya. Karya tulis tak terhitung jumlahnya. Kesayangan guru ipa dan matematika. Beda lagi si B yang datang hanya untuk sekedar kewajiban sebagai anak yang berbakti. Mencatat sambil terkantuk-kantuk, atau bahkan tak mencatat sama sekali. Satu pena satu buku, isi tas nya. Datang akhir pulang awal. Si C tak mau kalah. Anak supersibuk . Semua organ...

Apa Kabar?

Lama tak dengar tentangmu. Bukan karena aku tak tau dimana dirimu sekarang, aku hanya takut. Yah, sebut saja pengecut. Masa lalu masih membayangiku sedangkan kamu sudah bahagia dengan yang baru. Apa kabar? Sebaris kalimat yang sangat ingin aku tanyakan padamu. Bahagiakah kamu? Sebagian hitam dari diriku ingin kamu jawab tidak, agar setidaknya aku bisa berkata "Nah, aku masih disini untuk membuatmu bahagia" Tapi tidak, putihku tetap mendominasi. Berharap kau bahagia dan aku pun akan ikut bahagia. Klise memang. Tampak tak mungkin apalagi. Kata orang cinta tak harus memiliki. Tapi yang lain berkata itu bullshit. Setidaknya akan kucoba. Mencari bahagiaku. Sehingga saat tiba waktunya takdir mempertemukan kita. Tak perlu lagi kugunakan topeng bahagia ku. Karena aku akan sepenuhnya bahagia dan kamu, bagian dari proses bahagiaku.