Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Iffa Malika Ashari

Gambar
Entah aku sedang menang undian atau di masa lalu aku pernah melakukan kebaikan yang tak terkira, tetapi Tuhan begitu baik, dikirimkannya orang-orang luar biasa di sekitarku, yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. // 2017 Menapaki kehidupan baru sebagai anak perantauan. Di tahun inilah aku mengenalnya. Akan ku perkenalkan, namanya Iffa Malika Ashari. Kalian bisa memanggilnya Malika, Lika, atau kecap bango karena ia adalah kedelai hitam yang dibesarkan seperti anak sendiri. Tidak begitu ingat bagaimana kesan pertamaku ketika pertama mengenalnya. Yang aku ingat hanyalah kami menjadi teman sebangku yang kebetulan kosannya berdekatan dan aku tidak perlu khawatir karena kami memiliki frekuensi yang sama kecuali bagian ia yang sangat receh. Waktu cepat berlalu hingga menuju akhir semester satu dan aku amat bersyukur untuk keberadaannya. 2018 Berpisah satu bulan untuk pulang ke kampung halaman ketika libur semester datang. Aku kembali dalam keadaan yang tidak baik-bai...

Aku, Kamu, dan Semua Perempuan di Dunia Ini Cantik

Aku selalu bertanya-tanya, bagaimana rasanya menjadi 'si cantik'? Berdiam diri pun selalu ada yang melirik. Aku sering bertanya, bahagiakah mereka sebagai 'si cantik'? Karena aku sering kali melihat mereka diperlakukan lebih baik. Aku penasaran apa jadinya jika di dunia ini semua perempuan berwajah cantik. Mungkin cantik tak lagi menarik. Namun semuanya memang cantik. Tergantung dari mana kamu menilik. // Aku memiliki seorang teman yang barangkali akan langsung membuatmu berdecak kagum ketika melihatnya. Wajahnya putih rupawan dan tubuhnya tinggi semampai. Tetapi nyatanya ia tak selalu senang. Masih merasa kurang dan tidak percaya diri dengan apa adanya ia. Lalu ada temanku yang barangkali akan kau kategorikan biasa-biasa saja, tetapi pemikirannya luar biasa. Memiliki segudang talenta walau masih sering merasa kurang dengan bentuk rupanya. Dan ada aku yang sering merasa tak istimewa. Aku yang sibuk mencari-cari cara agar bisa menjadi 'si cantik'...

Hanya Aku

Sepatah Dua patah Ada yang tak bisa diucapkan Pun diungkapkan Meski begitu ingin Sepatah Dua patah Ingin dimengerti Tanpa memberi tahu Terlampau egois Tapi tak mampu Sepatah Dua patah Mereka tak tahu Hanya aku

Ayah.

Ayah, ada yang patah dariku. Ketika hari itu, dirimu menjadi satu dari ketakutan yang mewujud nyata. Hatiku patah, ketika air mata jatuh untuk cinta pertamaku. Ayah, apa kau tau siapa cinta pertamaku? Apakah kau akan datang dan memarahinya karena membuat gadis kecilmu menangis? Tapi, Ayah.... Kau tidak akan bisa marah pada dirimu sendiri. Kenapa harus dirimu? Apakah salah jika aku merengek pada Tuhan untuk memutar waktu? Apakah aku terlampau kekanakan karena tidak ingin menghadapi kenyataan? Aku takut dan juga rindu. Takutku begitu besar hingga tak ingin bertemu, tapi rinduku terlampau naif hingga tak peduli bagaimana sakit itu saat bertemu. Ayah, aku harus bagaimana?