Putih Abu-Abu
Pernah berandai-andai tentang masa putih abu-abu? Atau sedang menjalaninya? Atau malah sudah berlalu lama?
Kata orang "Putih Abu-Abu Never Forgotten"
Yay or Nay?
I think yay.
Disana, dimana kita mulai merasa bahwa kita cukup dewasa. Tempat mencari jati diri yang sesungguhnya. Nakal hal yang wajar tapi tanpa prestasi hanya nol besar.
Mulai mengenal cinta dan segala tetek bengeknya.
Mulai saling berteman, mencaci, bergerombol, membenci, dan banyak lagi.
Ada si A yang sungguh-sungguh bersekolah. Datang awal pulang akhir. Tas besar berisi buku-buku pelajaran. Perpustakaan senyaman kamar tidur. Tidak ada kata bolos dalam kamusnya. Karya tulis tak terhitung jumlahnya. Kesayangan guru ipa dan matematika.
Beda lagi si B yang datang hanya untuk sekedar kewajiban sebagai anak yang berbakti. Mencatat sambil terkantuk-kantuk, atau bahkan tak mencatat sama sekali. Satu pena satu buku, isi tas nya. Datang akhir pulang awal.
Si C tak mau kalah. Anak supersibuk. Semua organisasi di sekolah tak ada yang tak ia ikuti. Tiga angkatan tak ada yang tak kenal dengannya. Event-event yang ia pegang tak ada yang tak meraih berondongan ucapan selamat. Lebih sering ngadem di perpus atau ruang ava membahas proker dan kawan-kawannya ketimbang ada di kelas.
Dan masih ada si D, E, F, dan banyak lagi yang tak bisa dijabarkan satu per satu.
Kelak, mereka akan jadi bagian dari putih abu-abu mu.
Tak perlu mencaci, mencela, apalagi iri.
Mereka berusaha berkembang, mengepakkan sayap selebar yang mereka bisa. Pun jua denganmu.
Berproseslah dengan baik. Sesekali lihat kanan kiri mu. Tak melulu ke depan, nanti kaku kepalamu.
Salam hangat,
dari sesama pejuang yang sedang berproses.
Kata orang "Putih Abu-Abu Never Forgotten"
Yay or Nay?
I think yay.
Disana, dimana kita mulai merasa bahwa kita cukup dewasa. Tempat mencari jati diri yang sesungguhnya. Nakal hal yang wajar tapi tanpa prestasi hanya nol besar.
Mulai mengenal cinta dan segala tetek bengeknya.
Mulai saling berteman, mencaci, bergerombol, membenci, dan banyak lagi.
Ada si A yang sungguh-sungguh bersekolah. Datang awal pulang akhir. Tas besar berisi buku-buku pelajaran. Perpustakaan senyaman kamar tidur. Tidak ada kata bolos dalam kamusnya. Karya tulis tak terhitung jumlahnya. Kesayangan guru ipa dan matematika.
Beda lagi si B yang datang hanya untuk sekedar kewajiban sebagai anak yang berbakti. Mencatat sambil terkantuk-kantuk, atau bahkan tak mencatat sama sekali. Satu pena satu buku, isi tas nya. Datang akhir pulang awal.
Si C tak mau kalah. Anak supersibuk. Semua organisasi di sekolah tak ada yang tak ia ikuti. Tiga angkatan tak ada yang tak kenal dengannya. Event-event yang ia pegang tak ada yang tak meraih berondongan ucapan selamat. Lebih sering ngadem di perpus atau ruang ava membahas proker dan kawan-kawannya ketimbang ada di kelas.
Dan masih ada si D, E, F, dan banyak lagi yang tak bisa dijabarkan satu per satu.
Kelak, mereka akan jadi bagian dari putih abu-abu mu.
Tak perlu mencaci, mencela, apalagi iri.
Mereka berusaha berkembang, mengepakkan sayap selebar yang mereka bisa. Pun jua denganmu.
Berproseslah dengan baik. Sesekali lihat kanan kiri mu. Tak melulu ke depan, nanti kaku kepalamu.
Salam hangat,
dari sesama pejuang yang sedang berproses.
Komentar
Posting Komentar