Halo, Sampit!

Nyatanya, manusia memang gampang terjebak di zona nyaman. Terlampau malas memulai kembali dari awal. Kecuali ketika keadaan tak bisa lagi kompromi, mau tak mau menyesuaikan kembali harus dilakoni.

Pagi tadi Jogja dingin sekali. Sepertinya tau akan ku tinggal, jadi dia mencoba tak berbaik hati. Tapi dinginnya tidak seberapa dibanding resah ku harus kembali jauh dari rumah. Sekarang jarak yang ditempuh jadi lebih jauh.

Kadang kala aku sering bertanya, kenapa waktu serasa begitu cepat? Atau aku saja yang terlampau asyik hingga tak sadar waktu ku menipis demi sedikit.

Halo, Sampit!
Rumah baruku. Entah berapa tahun akan ku lalui di sini. Izinkan aku belajar, belajar memaknai proses pendewasaan ku di sini, belajar mencari pengalaman di antara yang tak ku kenal, belajar mencari nyaman agar nantinya tak menyesal ketika harus kembali pergi.

Semoga semesta menyambutku sepenuh hati.
Doa yang sama untukmu, di manapun saat ini. 😊



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maaf

Aku, Kamu, dan Semua Perempuan di Dunia Ini Cantik

Iffa Malika Ashari