Selamat mengulang tahun, aku. Tidak banyak yang kuharapkan, hanya sebaris doa agar kamu senantiasa berbahagia di penghujung remajamu dan seterusnya ketika tahun-tahun terus berulang. Di usia yang beranjak dewasa ini, aku ingin nanti ketika aku kembali membaca ini aku sudah benar-benar dewasa pada tempatnya. Dewasa secara emosi, pikiran, bersikap, dan segala hal yang melekat pada diriku. Jangan pernah menyerah dengan jalan yang ada di depan. Jangan terus-menerus menengok ke arah belakang karena selamanya kenangan hanya untuk dikenang. Jangan menyesali apa yang telah kamu pilih, cukup perjuangkan dan pertanggungjawabkan. Ketika kamu merasa jatuh dan begitu sedih, Tuhan sedang memanggilmu untuk lebih dekat pada-Nya. Ketika kamu merasa seluruh dunia bersikap tak adil padamu, akan selalu ada tempat kembali yang kau sebut rumah. Lalu ketika bahagia sedang memelukmu erat, bersyukur adalah cara yang tepat untuk merayakannya. Untuk aku di masa depan, seperti apapun kamu nanti, saat ini ...